Qurban dan Aqiqah

Perbedaan Utama Qurban Dan Aqiqah – Jadi keduanya dalam Islam berhubungan dengan bentuk rasa syukur hamba kepada penciptanya Nya. Meskipun sama-sama dihitung sebagai ibadah dengan menyembelih hewan namun ada perbedaan tujuan, makna, serta tata caranya. Kedua ibadah ini merupakan ibadah sunnah muakad atau sunah yang utama. Yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.

Penyembelihan hewan yang dilakukan dalam rangka ibadah kepada Allah Swt ada yang rutin dilakukan setiap tanggal 10-13 bulan Dzulhijjah setiap tahunnya. Namun ada pula yang dilakukan pada momen tertentu yaitu rasa syukur atas kelahiran anak. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, akan dibahas tata cara dalam paragraf-paragraf selanjutnya.

Perbedaan Utama Ibadah Qurban Dan Aqiqah

Hukumnya qurban dan aqiqah adalah sunah muakkad. Ibadah qurban bila mampu harus dilaksanakan setiap tahun secara rutin selama hidup. Hewan yang jadi sembelihannya, boleh berupa unta, sapi, atau kambing sesuai kemampuan. Qurban ini berbatas waktu hanya 4 hari setiap tahunnya pada hari raya Idul Adha dan 3 hari setelahnya.

Sedangkan aqiqah adalah sunah muakad yang paling baik dilakukan oleh seorang ayah. Jika saat kelahiran seorang anak, sang ayah sedang dalam keadaan tidak mampu, tidak apa-apa bila tidak dilakukan. Suatu saat ketika sang anak dewasa dan mampu membiayai dirinya sendiri, maka ia tidak perlu lagi melakukan aqiqah. Lebih baik lagi apabila dilakukan saat bayi masih berusia 7 hari.

Tata Cara Qurban dan Aqiqah

Untuk tata cara dan syarat yang diberikan antara qurban dan aqiqah tentunya berbeda. Selanjutnya sedikit penjabaran antara kedua ibadah yang sama-sama menyembelih hewan namun dengan makna yang satu sama lain tidak sama. Bagi muslim yang taat, mampu, dan ingin memaksimalkan ibadah, maka pastinya akan dengan senang hati memenuhi dua sunah yang sangat penting ini. Baiklah, tata caranya adalah sebagai berikut:

Qurban

Qurban bagi yang berkelapangan rezeki merupakan suatu kewajiban bagi ulama tertentu berpendapat demikian. Dilakukan pada tanggal 10-13 Dzulhijjah. Ketentuannya laki-laki maupun perempuan sama. Satu hewan qurban yang sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan. Setidaknya hewan tersebut berumur 2 tahun untuk sapi. Sedangkan unta telah mencapai usia 5 tahun sebagai syarat sahnya. Sedangkan sapi betina harus genap usia 2 tahun.

Bila seseorang berqurban, maka sebagian dagingnya dapat diambil untuk konsumsi pribadi. Sebagian lagi untuk dibagikan untuk fakir miskin. Sedangkan sebagian lagi untuk tetangga. Hewan sembelihan selain kambing, sapi, unta, dapat juga berupa hewan ternak lainnya seperti kerbau atau biri-biri. Untuk tukang jagal qurban dan aqiqah yang diperbolehkan menyembelihnya adalah yang berakal dan baligh.

Aqiqah

Dalam pelaksanaan aqiqah, seperti halnya qurban di atas, tidak ada syarat khusus penyembelihnya seperti harus laki-laki. Baik laki-laki maupun perempuan diperbolehkan menyembelihnya. Untuk proses aqiqah adalah dilakukan oleh orang tua sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran anak dalam rumah tangga mereka. Rumah tangga disebut lengkap dengan hadirnya belahan jiwa. Itulah sebabnya perlu pelaksanaan aqiqah.

Ketentuan pembagian hewan dalam qurban dan aqiqah berbeda. Pembagian yang merupakan tuntunan adalah sebagai berikut. Sepertiga hewan dikonsumsi oleh orang beraqiqah. Sepertiga bagian lagi dapat dijadikan hadiah, sementara sepertiga lainnya untuk disedekahkan. Akan lebih baik lagi apabila sebelum dibagikan hewannya dimasak terlebih dahulu untuk memudahkan yang menerima mengkonsumsinya.

Demikian tadi perbedaan qurban dan aqiqah secara singkat. Sangat dianjurkan agar yang berqurban maupun aqiqah melakukannya dengan penuh keikhlasan. Hanya mengharapkan ridho Allah Swt. Kedua ibadah tersebut pastinya dilakukan untuk lebih mendekatkan diri pada Tuhan Semesta Alam. Tak akan rugi orang yang taat pada perintah Tuhan-Nya.

Baca Juga:

Aqiqah Bandung
4 Tips Memilih Paket Aqiqah Di Bandung
Rekomendasi Paket Aqiqah Di Bandung

Informasi dan Geleri Aqiqah @dombadombi.id