Waktu Aqiqah

Mau Melaksanakan Aqiqah? Ini Aturan Waktu Aqiqah Yang Harus Dipahami! Sebagai salah satu hal yang disyariatkan dalam Islam, maka acara aqiqah wajib dilaksanakan sesuai dengan aturan dalam Islam. Dalam hal ini, termasuk mengenai waktu pelaksanaannya. Acara aqiqah tidak seperti acara biasa lainnya yang bisa dilakukan sembarangan pada waktu apa saja.

Oleh karena itu, sebelum melaksanakan acara aqiqah, maka penyelenggara dalam hal ini orang tua perlu mengetahui aturan waktu pelaksanaan aqiqah yang benar sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW. Sebab, jika tidak, maka dikhawatirkan acara aqiqah yang dilaksanakan pada akhirnya tidak dinilai sah di mata agama.

Aturan Waktu Aqiqah Yang Harus Dipahami

Selama ini, orang-orang mungkin hanya mengetahui sekilas bahwa aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dan kelipatannya, yakni hari keempat belas dan dua puluh satu. Namun, jarang sekali orang-orang yang berusaha mencari dalil yang kuat terkait hal tersebut. Oleh karena itu, untuk menghindari kesalahan dalam pemilihan waktu aqiqah, maka pahami aturan yang telah ditetapkan Islam berikut ini.

Waktu Paling Baik

Hakikatnya, hari ketujuh setelah kelahiran menjadi hari terbaik untuk melaksanakan aqiqah. Hal itu berdasarkan hadis sahih yang diriwayatkan oleh Abu Daud, An-Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan Syaikh Al-Albani. Adapun perhitungan hari ketujuh menurut mayoritas ulama fiqih bahwa waktu siang menjadi awal hitungan. Sementara jika anak lahir pada malam hari, maka awal hitungannya adalah hari berikutnya.

Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh dinilai paling baik dikarenakan ada selang waktu yang cukup lapang antara kelahiran dan waktu aqiqah. Hal itu membuat pihak keluarga penyelenggara aqiqah dapat memiliki cukup waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Sebab, jika jaraknya terlalu dekat dengan kelahiran, maka tentu pihak keluarga masih sangat disibukkan untuk merawat ibu dan bayi yang baru dilahirkan.

Aqiqah Pada Hari Keempat Belas Dan Dua Puluh Satu

Aqiqah dapat dilaksanakan meski melewati hari ketujuh kelahiran bayi. Hal tersebut berdasarkan pendapat mazhab Syafi’i. Mengenai hal itu, terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama. Menurut ulama Malikiyah dan Hanafiyah, aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh dan tidak boleh sebelumnya. Artinya, aqiqah telah gugur jika sudah melewati hari ketujuh. Adapun ulama Syafi’iyah menetapkan bahwa aqiqah bisa dilaksanakan sebelum usia baligh.

Sementara itu, ulama Hambali menyatakan bahwa jika aqiqah tidak dilaksanakan pada hari ketujuh, maka opsinya adalah hari keempat belas atau hari kedua puluh satu. Menanggapi silang pendapat tersebut, maka sudah sebaiknya waktu aqiqah tetap dilaksanakan pada hari ketujuh, bukan sebelum atau setelahnya. Jika ingin melaksanakan di luar waktu itu, maka pastikan ada dalil kuat yang membolehkannya.

Aqiqah Pada Saat Dewasa

Pada dasarnya, aqiqah anak yang belum baligh menjadi kewajiban orang tua. Meski demikian, kadang ada anak yang hingga dewasa belum juga diaqiqahkan oleh orang tuanya. Terkait hal itu, maka kewajiban aqiqah oleh orang tua dinilai gugur dan diserahkan pada sang anak.

Namun, jika orang tua tetap ingin mengaqiqahkan anaknya  yang telah baligh, maka bisa dilakukan dengan memberikan uang kepada sang anak untuk membeli hewan kurban aqiqah. Meski demikian, orang tua sebaiknya tetap mengupayakan untuk melaksanakan waktu aqiqah pada hari ketujuh kelahiran anak karena dalil mengenai bolehnya aqiqah pada saat dewasa dinilai cukup lemah.

Waktu Aqiqah Pada Bayi Yang Meninggal Dunia

Terkait dengan pelaksanaan aqiqah bagi bayi yang meninggal, maka perlu dipahami bahwa jika bayi dilahirkan pada saat usia kandungan empat bulan, maka tetap perlu diaqiqahi dan bahkan diberi nama. Hal itu karena pada usia kandungan empat bulan, bayi telah ditiupkan ruh.

Begitu pula dengan bayi yang meninggal dunia sesaat setelah dilahirkan, maka tetap pula diaqiqahi pada hari ketujuh setelah kelahirannya. Meski demikian, sebagian ulama menyatakan bahwa waktu aqiqah gugur jika bayi meninggal dunia sebelum hari ketujuh setelah kelahirannya. Namun, jika memang orang tua memiliki kecukupan rezeki, maka sebaiknya aqiqah tetap dilaksanakan.

Demikian informasi seputar aturan waktu aqiqah yang ditetapkan dalam Islam. Perbedaan pendapat terkait hal itu merupakan hal yang wajar. Meski demikian, pihak keluarga penyelenggara aqiqah sebaiknya melaksanakan aqiqah pada waktu yang sudah jelas terbaik dan menghindari waktu-waktu yang masih belum jelas dalilnya.

 

Informasi seputar Aqiqah dan Pemesanan

Aqiqah Bandung Dombadombi
Jl. Andir No.138, RT.001 RW010, Ciroyom,
Kec. Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40183
+6282115300900

Rekomendasi Aqiqah Bandung | Dombadombi
Kavling Leuwidulang Blok A no. 18, RT.06/RW.02, Rancamulya,
Kec. Pameungpeuk, Bandung, Jawa Barat 40376
+62 82121466572

Follow & Support Social Media
Instagram & Facebook

 

Artikel Lainnya:

Aqiqah Nasi Kebuli Bandung Berkualitas Terpercaya!

5 Tips Memilih Jasa Aqiqah Bandung Murah dan Berkualitas!

3 Kriteria Penting Dalam Memilih Domba Aqiqah Di Bandung Yang Berkualitas!

Cara Temukan Pusat Domba Aqiqah Bandung Yang Cocok Untuk Anda!